Jumat, 15 Oktober 2010
Wanita
wanita
aku salah satunya.
dan aku bangga menjadi wanita.
bergemuruh dalam hampa,
tak mudah tersapu.
bibirnya selalu menutup.
tak lepas asal bicara.
Wanita,
mendewakan perasaan.
mengagungkan kesetiaan.
haus perlindungan.
butuh cinta dan kasih manja.
... bimbingan.
meskipun tampak indah di pelupuk mata,
menenangkan anak anaknya,
menyenangkan hati rekan dan keluarganya,
menggairahkan suaminya,
tetapi kami pun hanya,
..... hanya wanita.
wanita dicipta,
bukan untuk berkuasa.
wanita dicipta,
bukan untuk menjadi imam suami dan anak anaknya.
karena ia peka...
telinganya mudah rapuh mendengar pujian.
matanya layu oleh keindahan.
jiwanya mudah runtuh...,
ketika cinta menggoda ia akan mudah ternoda.
takdir memutuskan bahwa dia hanya perhiasan.
bidadari penghias siang dan malam.
penebar kasih, pemanis hidup.
pengasuh terbaik bagi benih benih yang ditanam dalam rahimnya.
wajahnya lembut meneduhkan.
tatapannya hangat menenangkan.
sentuhannya begitu nyaman.
meski badai merapuhkan hatinya,
ia tetap berlaku anggun.
meski terluka dalam perasaan,
senyumnya tetap mengembang.
meski kehidupan kerap mengkhianati setianya,
disembunyikan selalu tangisnya.
lemahnya.
patah hatinya.
pedih dan pilu yang menodai perasaannya.
sejenak dia berhenti.
mencoba mencari celah hikmah dari fana hidup ini.
.... pernah sesal itu datang.
diekori sakit hati.
dendam.
amarah.
ingin luapkan segala kepenatannya.
Ah, terkadang hidup memang tak selalu adil bagi wanita.
tetapi ia tau,
dia tetap harus berjalan.
Ia yakin,
waktu akan melibas segala rasa manusia.
begitu juga kisah kelunya.
dengan tenang,
dirapikannya lagi masa lalu.
ditelannya lagi pil pil pahit itu.
tanpa penopang yang menuntun lajunya,
wanita mulai berjalan.
dia akan mencoba mencari cara,
terus mencari cara...
agar titipan Tuhan yang diembannya,
terselamatkan dari sesatnya perjalanan.
itulah wanita.
lantas,
apa layak wanita dianggap lemah??
tidak!
....... tanpa memungkiri batsanya,
wanita adalah peran terhebat dalam sandiwara Tuhan.
aku salah satunya.
dan aku bangga menjadi wanita.
bergemuruh dalam hampa,
tak mudah tersapu.
bibirnya selalu menutup.
tak lepas asal bicara.
Wanita,
mendewakan perasaan.
mengagungkan kesetiaan.
haus perlindungan.
butuh cinta dan kasih manja.
... bimbingan.
meskipun tampak indah di pelupuk mata,
menenangkan anak anaknya,
menyenangkan hati rekan dan keluarganya,
menggairahkan suaminya,
tetapi kami pun hanya,
..... hanya wanita.
wanita dicipta,
bukan untuk berkuasa.
wanita dicipta,
bukan untuk menjadi imam suami dan anak anaknya.
karena ia peka...
telinganya mudah rapuh mendengar pujian.
matanya layu oleh keindahan.
jiwanya mudah runtuh...,
ketika cinta menggoda ia akan mudah ternoda.
takdir memutuskan bahwa dia hanya perhiasan.
bidadari penghias siang dan malam.
penebar kasih, pemanis hidup.
pengasuh terbaik bagi benih benih yang ditanam dalam rahimnya.
wajahnya lembut meneduhkan.
tatapannya hangat menenangkan.
sentuhannya begitu nyaman.
meski badai merapuhkan hatinya,
ia tetap berlaku anggun.
meski terluka dalam perasaan,
senyumnya tetap mengembang.
meski kehidupan kerap mengkhianati setianya,
disembunyikan selalu tangisnya.
lemahnya.
patah hatinya.
pedih dan pilu yang menodai perasaannya.
sejenak dia berhenti.
mencoba mencari celah hikmah dari fana hidup ini.
.... pernah sesal itu datang.
diekori sakit hati.
dendam.
amarah.
ingin luapkan segala kepenatannya.
Ah, terkadang hidup memang tak selalu adil bagi wanita.
tetapi ia tau,
dia tetap harus berjalan.
Ia yakin,
waktu akan melibas segala rasa manusia.
begitu juga kisah kelunya.
dengan tenang,
dirapikannya lagi masa lalu.
ditelannya lagi pil pil pahit itu.
tanpa penopang yang menuntun lajunya,
wanita mulai berjalan.
dia akan mencoba mencari cara,
terus mencari cara...
agar titipan Tuhan yang diembannya,
terselamatkan dari sesatnya perjalanan.
itulah wanita.
lantas,
apa layak wanita dianggap lemah??
tidak!
....... tanpa memungkiri batsanya,
wanita adalah peran terhebat dalam sandiwara Tuhan.
Rabu, 13 Oktober 2010
ruang sempit ini
Berkata kata saja aku tak bisa,
Kenikmatan ini belum pernah aku rasakan,
Membingkai kepedihan dan kesepian.
Meminta hanya akan membuatku makin sengsara.
Karena ku tau jawabnya.
Itu tak perlu..
Terlalu menyakitkan untuk kudengar dari bibirmu.
Aku keluyuran tiap malam dalam imaji
Berharap kamu memang ada disini.
Menangisi malam hari
Bertalu talu…
Ku dengar hatiku menyebut nyebut namamu.
Di ambang pintu aku menemukanmu,
… tersenyum seperti yang ku suka, mengenakan segala hal yang aku cinta.
“silahkan. Lakukan semau maumu” katamu.
Aku tidak punya apa apa.
Segenggam pasir ini kuciumi, membaui aromamu
Yang ku gilai.
Ku semat dalam dalam setiap ada kesempatan.
Meski sadari, itu ada dari tiada.
Percayalah, aku sungguh sadar,
Aku bukan apa apa.
Sungguh.
bukan siapa siapa
Aku hanya hidup dari malam.
Tertidur saat siang.
Melupakan sejenak kesempitan ruang
Yang memang harus aku tinggal di dalam sini.
Aku mengenalmu lebih lama didalam sana.
Kau hidup puluhan tahun denganku disana.
Sudah…
Menetap saja dikepalaku,
Betah betahkanlah.
Ya…,
Memang sebaiknya kau cukup hidup disana
Tak perlu mengaduk aduk kehidupanku yang lain.
Karena kau pasti akan berubah.
Kau bisa jadi tak lagi indah.
Ijinkan aku menghibur hati dengan membayangkanmu.
Melihatmu menari nari di sisi sisi yang tak bernama
Tak berkatagori
Karena letaknya hanya di dalam sana.
Tak ada hasrat memiliki..
Aku hanya mencintai.
Pembuktian
Bertemu.
bertamu.
aku duduk dengan senyum mengembang.
berbicara dengan sopan
demi kepentingan kepentingan
yang mungkin kau tak tau
tapi itu tujuanku datang sekarang.
ada hal pribaditentang memuaskan ego diri
untuk mengenalmu
lebih dalam
pola pikirmu
tata lakumu
yang pernah aku dengar dari siang dan malam
tetapi tak pernah aku buktikan
kini aku datang
untuk bisa membawanya pulang
menyimpan berkas berkas itu
kuusung biarpun berat dan lelah
tapi aku senang
aku sudah buktikan
pola pikirmu
tata lakumu
yang pernah aku dengar dari siang dan malam
tetapi tak pernah aku buktikan
bertamu.
aku duduk dengan senyum mengembang.
berbicara dengan sopan
demi kepentingan kepentingan
yang mungkin kau tak tau
tapi itu tujuanku datang sekarang.
ada hal pribaditentang memuaskan ego diri
untuk mengenalmu
lebih dalam
pola pikirmu
tata lakumu
yang pernah aku dengar dari siang dan malam
tetapi tak pernah aku buktikan
kini aku datang
untuk bisa membawanya pulang
menyimpan berkas berkas itu
kuusung biarpun berat dan lelah
tapi aku senang
aku sudah buktikan
pola pikirmu
tata lakumu
yang pernah aku dengar dari siang dan malam
tetapi tak pernah aku buktikan
hanya berdua
seperti biasanya... hanya berdua,
aku dan fafa...
selebihnya hanya singgah sementara... ada yang datang, kemudian pergi...
yah cukuplah... memang ternyata hanya ada aku dan fafa :)
aku dan fafa...
selebihnya hanya singgah sementara... ada yang datang, kemudian pergi...
yah cukuplah... memang ternyata hanya ada aku dan fafa :)
Antara Aku dan Tuhan
Aku menepi.
memanjatkan do'a yang tulus .. dan tak pernah seperti ini sebelumnya.
Tuhanku Maha Mendengar.
aku meminta ... agar dilebihkan cobaan dan ujian padaku
agar aku tau..
aku memang membutuhkan Engkau Ya Alah.
memanjatkan do'a yang tulus .. dan tak pernah seperti ini sebelumnya.
Tuhanku Maha Mendengar.
aku meminta ... agar dilebihkan cobaan dan ujian padaku
agar aku tau..
aku memang membutuhkan Engkau Ya Alah.
tak pantas dicintai
hati muaranya perasaan/ berganti rasa tiap waktu/ memburu hingga memar dan membiru/ ada lukanya/ masih basah/ aku tak bisa lihat/ hanya merasakan// sejak kau dekati/ benteng itu menyusun sendiri/ otomatis// semakin mencintai/ semakin tinggi/ semakin berharap/ aku ketakutan// ya sudah/ izinkan aku menikmati// sering berpikir lebih baik mati/ membunuh hati setega teganya/ pertemuan ini terlalu tinggi buatku// kalo bisa aku tutup// resiko aku bangkrut lebih besar/ aku membencimu dalam hati// menyesal// mungkin aku sudah tau/ jawabannya pernah ada yang bilang/ tak pantas dicintai//
Selasa, 12 Oktober 2010
Berdampak Sistemik
bayang bayang
bayang tak siam |
persamaan abadi
akan diri.
meronta. mencoba lari.
saat sepi dan keramaian
aku benci!!!
jenuh ingin bunuh diri!
tetapi bayang bayang itu terus mengikuti.
sama saja
berat.. aku tak mengerti mengapa menulis ini.
Aku kerap hilang.
tersesat dan terombang ambing dalam arah yang salah.
menumpangi perahu yang bocor dan perlahan mulai tenggelam.
menepis dahan dan daun daun yang beterbangan menyaput wajah..,
aku kira itu dulu anugerah.
kapal bocor atau sampan ternyata sama saja.
aku tak menyadari ini bocor.. dan aku sedang tenggelam dalam tidur.
tersesat dan terombang ambing dalam arah yang salah.
menumpangi perahu yang bocor dan perlahan mulai tenggelam.
menepis dahan dan daun daun yang beterbangan menyaput wajah..,
aku kira itu dulu anugerah.
kapal bocor atau sampan ternyata sama saja.
aku tak menyadari ini bocor.. dan aku sedang tenggelam dalam tidur.
Minggu, 10 Oktober 2010
Rindu dan Putus Asa
Senja di perbatasan kata kata.
aku bertanya.
diam saja sih sebenarnya...
tak ada yang jawab memang begitu biasanya.
kamu tapi pasti merasa.
seharusnya begitu lumrah.
normal...
Langganan:
Postingan (Atom)